Sabtu, 12 Agustus 2017

Beutifully

https://plus.google.com/+RyanCorneliusGoogle/posts/fr61v5nJRRp?_utm_source=1-2-2

Rabu, 26 Juli 2017

Bernyanyi

Ini adalah teks bernyanyi dg menggunakan lirik.
Mana di mana tempat lahir beta...dst.

Lagu ini hasil dari diklat penyuluh agama islam, selama tgl 23-30 juli 2017
Lagu ini liriknya di ciptakan Bpk. Dr. Badarurin seorang widyasuara pada diklat. Dg tema KUB ( kerukunan umat beragama ).

MENGENAL DIRI SENDIRI

Pembukaan.
Sering kqli kita tidak mengetahui diri kita sebenarnya...sehingga dalam hidup ini kita tdk punya tujuan yg pasti, untuk apq kita di ciptakan, harus bagaimana kita, dan kemana kita akan kembali..?
Proses kehidupan ini, ternyata ada 4 alam yg harus kita lalui.
1. Alam Azali / Ruh
2. Alam Dunia
3. Alam Barzah / kuburan
4. Alam akhirat

Sebelum lebih jauh kita bicara hal di atas. Dalam hwdist qudsi di sebutkan.....من عرف نفسه فقد عرف ربه
" Siapa yang tahu dirinya maka akan tahu siapa Tuhannya ".

Maka pertanyaan, siapakah diri kita ini.
Jawabnya tentu kita ini golongan mahluk Allah yg bernama " manusia ".

Manusia itu yg bagaimana?
Dalam salah sqtu ilmu Tasawuf di sebutkan: 
Mula2 sebelum Allah menciptakan alam dan seisinya, terlebih dahulu Allah menciptakan Nur Muhammad,
Di ibaratkan Nur muhammad ibarat biji pelok ( biji mangga)..
Sebelum ada pohon, daun dan mangga ( kita ibaratkan dunia dan seisinya )...
Semuanya itu berasal dari pelok yg di tanam....
Maka adanya alam semrsta ini diciptakan karena adanya Nur Muhammad....
Jadi Allah menjadikan segala sesuatu berasal dari nur muhammad...dan tentunya kita juga sebagai manusia berasal dari nur muhammad...

Sabtu, 11 April 2015

FIRQOH-FIRQOH DALAM ISLAM



http://pencari76.blogspot.com/2015/04/firqoh-firqoh-dalam-islam.html
 Dalam sejarah islam tercatat firqoh-firqoh (golongan) dalam lingkungan umat islam, yang antara sama lain bertentangan fahamnya secara tajam .
Hal ini sudah menjadi fakta dalam  sejarah yang tidak bisa dirubah lagi, dan sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab-kitab agama islam, terutama dalam kitab ushuluddin.
Barangsiapa membaca kitab ushuluddin maka akan menjumpai perkataan, syiah, khawarij, mu’tazilah, qadariyah, jabariyah, Ahlusunnah Wal Jama ah(Sunny), Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah dan lain sebagainya.
Umat islam  khususnya yang berpengetahuan agama tidak heran melihat dan membaca hal ini, karena Nabi Muhammad saw sudah mengabarkan semasa hidupnya.
Banyak terdapat hadist-hadist yang bertalian akan adanya firqoh-firqoh yang berselisihan faham dalam lingkungan islam .
Diantara hadist-hadist itu adalah :
Bersabda Rasulullah SAW :
فانه من يعيش منكم من بعدى فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الرشدين  تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ ..رواه ابو داود, الجزء الرابع صحفة  201  )  

Artinya : “ Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) diantarammu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah.
Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu “ Hadst riwayat Imam Abu Daud dll. Lihat Sunan Abu Daud Juz IV, Hal 201 )
Tujuan hadist ini jelas, bahwa aka nada perselisihan –perselisihan faham dalam lingkungan ummat islam, dan bahwa Nabi Muhammad saw. Menyuruh ummat islam ketika melihat perselisihan itu supaya berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin ( Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali RA).
Kedua,
وَاِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتىِ ثلاثون كذابون كلهم يزعم انه نبى وانا خاتم النبيين لا نبي بعدى (رواه الترمذى, الجزء التاسع 63 )
Artinya :” Akan ada dilingkungan umatku 30 orang pembohong yang menda’wakan bahwa ia Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (HR. Tirmidzi. Lihat Sahih Tirmidzi juz. 9 hal 63).
Ketiga :
سيخرج


Artinya : “ Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan-perkataan “ Khairil Bariyah” (Al-Qur’an). Iman mereka tidak melampui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (Hadist sahih riwayat Imam Bukhori, lihat Fathul Bari Juz.XV Hal. 315)

Terang dalam hadist ini bahwa akan ada sekumpulan orang –orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa- 

Kamis, 09 April 2015

AHLUSUNNAH WAL JAMA'AH

http://pencari76.blogspot.com/2015/04/ahlusunnah-wal-jamaah.html

Arti Ahlusunnah ialah Penganut Sunnah Nabi.
Arti Wal-Jamaah ialah Penganut I’tiqod ( keyakinan )sebagai I’tiqod jama’ah sahabat-sahabat Nabi
Kaum ahlusunnah wal-jama’ah ialah kaum yang menganut I’tiqod  sebagai  yang dianut oleh Nabi Muhammad saw, dan sahabat-sahabat beliau.
            I’tiqod Nabi dan sahabat-sahabat itu termaktub dalam Al-Qur;an dan Sunnah Rasul secara terpencar-pencar, belum tersusun secara rapid an teratur, tetapi kemudian dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapi oleh seorang ulama’ Ushuluddin yang besar, yaitu Syeikh Abu Hasan ‘Ali al Asy’ari (lahir di basrah tahun 260 H- wafat di Bashrah juga tahun 324 , dalam  usia 64 tahun)
            Karena itu ada orang yang member nama kepada kaum ahlusunnah wal-jama’ah dengan kaum ‘Asya’ariyah, jamak dari ‘Asy’ari, dikaitkan kepada Imam Abu Hasan ‘Ali Al Asy’ari tersebut.
            Dalam kitab Ushuluddin biasa juga dijumpai perkataan ‘sunny’ kependekan Ahlusunnah Wal Jama’ah. Orang-orangnya disebut “Sunniyun”.
Tersebut dalam kitab “Ihtihaf Sadatul Muttaqin” karangan Imam Muhammad bin Muhammad al Husni az Zabidi, yaitu kitan syarah dari kitab “Ihya Ulumuddin” karangan Imam Ghozali pada jilid II, hal 6
إذا أطلق أهل السنة فاالمراد به الأشاعرة والماتريدية
Artinya : Apabila disebut kaum Ahlusunnah wal jama’ah, maka maksudnya ialah orang-orang yang mengikuti rumusan (faham) Asy’ari dan faham Abu Mansur al Maturidi.
Siapa Abu Mansur Al Maturidi ini ?
Abu Mansur Al maturidi adalah seorang ulama’ Ushuluddin juga, yang faham dan I’tiqodnya sama atau hamper sama dengan Abu Hasan Al Asy’ari. Beliau wafat disebuah desa bernama Maturidi Samarqand, diasia Tengah pada tahun 333 H.
Sudah menjadi adat kebiasaan dalam dunia islam, bahwa hokum-hukum agama yang digali dari Al Qur’an dan Hadist oleh seorang imam, maka hukum tersebut dinamai madzab. Hasil ijtihad imam Hanafi dinamai dengan Madzab Imam Hanafi, Hasil ijtihad imam Maliki dinamai dengan Madzab Imam Maliki, Hasil ijtihad imam Syafi’I  dinamai dengan Madzab Imam Syafi;I, Hasil ijtihad imam Ahmad bin Hanbal  dinamai dengan Madzab imam Ahmad bin Hanbal. Walaupun pada hakikatnya semuanya adalah agama Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan hadist.
            Begitu juga dalam soal I’tiqod. Hasil galian dari Qur’an dan Hadist oleh Imam Abu Hasan Al Asy’ari dinamai Madzab Asy’ari / faham Asy’ari, walaupun pada hakikatnya Imam Abu Hasan Asy’ari hanya menggali, merumuskan, memfatwakan, menyiarkan, mempertahankan apa yang sudah ada dalam Al Qur’an dan Hadist  juga, apa yang sudah di I’tiqodkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan sahabat-sahabatnya.

Rabu, 08 April 2015

MUQODDIMAH


http://pencari76.blogspot.com/2015/04/muqoddimah.html
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji bagi Allah swt, atas segala karunia dan kenikmatan yang diberikan kepada kita semua. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya serta para pengikutnya hingga yaumil qiyamah.
Dalam hidup ini kita perlu intropeksi dan merenungi apa yang sudah kita lakukan. apa sudah benar menurut syariat Allah dan Rosulnya, atau malah bertentangan.
 Saudaraku......Aku perlu mendengarkan dan mencari kebenaran sejati dalam hidup ini, agar aku tahu kebenaran itu memang kebenaran yang telah mendapat ridho dari Allah swt,  kalau perlu aku tulis dalam blog yang sederhana ini ..agar nantinya akan jadi catatan bagiku setelah ku tinggalkan dunia yang fana ini.
Saudaraku marilah kita mendekat kepada Allah dengan wasilah para Rosul, nabi, sahabat nabi, tabi'in, wali allah, para ulama agar hidup ini menjadi lebih barokah dan selalu mendapatkan ridho dari Allah swt.
Saudaraku marilah kita selalu belajar sampai kapanpun ,,agar kita hakikat dari hidup ini.
Janganlah putus asa dalam menghadapi hidup ini,,tetaplah tegar, dan selalu berjuang demi tagaknya panji-panji Agama islam yang mendapatkan ridho dari Allah swt.